Cara menggunakan baterai laptop yang benar
Kemampuan baterai laptop akan menurun seiring dengan berjalannya waktu baik saat dipakai atau tidak. Meski industri baterai Li-Ion tidak mempublikasikan kenyataan ini . Elemen didalam baterai akan bereaksi dan lambat laun baterai tersebut tidak akan mampu mensuplai power yang cukup untuk laptop anda. Baterai anda dirancang oleh pabrik untuk bias bertahan antara 300 sampai 800 kali siklus charge/recharge dan secara bertahap akan berkurang kemampuannya untuk mensuplai daya ke laptop.
Secara umum baterai laptop akan mampu bertahan antara satu sampai tiga tahun. Anda bisa memperlambat penurunan kemampuannya tetapi tidak bisa menghentikan prosesnya. Suhu baterai, cara pemakain dan frekuensi pemakaian sangat berpengaruh terhadap panjang pendeknya usai baterai tersebut.
Suhu yang rendah akan memperlambat proses discharge (kehilangan daya ketika dipakai tanpa dihubungkan ke power listrik) dan proses penuaan dari elemen di dalam baterai. Sebaliknya, suhu yang tinggi akan memperpendek usia baterai. Membiarkan baterai terpasang ketika terhubung dengan power listrik akan menyebabkan suhu baterai meningkat. Sebaiknya lepas dan simpan baterai pada suhu dingin, karena hal itu akan memperlambat proses penuaan baterai.
Membiarkan laptop dalam lingkungan yang panas juga tidak baik untuk baterai. Panas adalah musuh baterai, jadi hindarkan untuk meletakkan baterai ditempat yang panas seperti di dalam mobil pada waktu siang hari. Baterai Li-Ion tidak dipengaruhi oleh efek memori, maksudnya adalah baterai tidak perl dipakai sampai habis sama sekali sebelum dilakukan isi ulang lagi. Berbeda dengan baterai model lama yang harus habis sama sekali baru diisi ulang. Justru kalau sampa habis sama sekali malah akan memperpendek umur baterai.
Beberapa kali ‘isi-pakai sebagian’ lebih baik dari pada satu kali pakai habis. Pemakaian hingga habis tidak baik untuk baterai type Li-Ion ini. Sebaiknya lakukan pengisian ulang ketika sudah mencapai level 10% hingga 20 %.
Baterai yang selalu terpasang pada latop (bila overcharge) turut pula memicu overheat pada laptop, yang dapat mengakibatkan kerusakan pada motherboard laptop. Salah satu indikasinya yaitu bila digunakan dalam pemakaian lama mesti tanpa baterai, laptop cepat terasa panas. Jika anda menggunakan power listrik dalam jangka waktu lama, anda dapat memperpanjang umur baterai dengan melepasnya dan menyimpan dalam tempat yang kering dan dingin.
Semoga bermanfaat.
Diambil dari Tulisan Ruli Setiawan di harian Kedaulatan Rakyat tanggal 15 Juni 2009.
Undergoing MyBlogLog Verification
Related posts:
Comments
6 Responses to “Cara menggunakan baterai laptop yang benar”
Leave a Reply









Hi there,
faisalrahadian.com – da best. Keep it going!
Hello,
Onload of page my antivirus put alert, check pls.
AlexAxe
faisalrahadian.com to GoogleReader!
Joker
Greatings, Thank you! I would now go on this blog every day!
salam kenal bwt anda,terimakasih telah memposting artikel saya dari KR dengan menuliskan sumbernya. semoga bermanfaat bagi semua pihak! tetap semangat,saya tunggu postingan yang lain! terima kasih! Ruli Setiawan
Agar usia pemakaian batere Laptop lebih lama, batere harus di recycle, caranya batere digunakan tanpa adaptor di konek ke arus PLN, alarm di set pada level tersendah biarkan batere samapai habis dengan sendirinya, proses ini diulangi setiap 2 bulan.
aksesoris4sale´s last undefined ..Response cached until Sun 9 @ 14:17 GMT (Refreshes in 23.52 Hours)